Cari Blog Ini

Sabtu, 02 Mei 2009

Maanyan adalah nama salah satu puak suku bangsa yang mendiami Pulau Kalimantan, yang sekarang bermukim di kawasan subur di antara sungai Barito dan Pegunungan Meratus, meliputi sebagian wilayah Utara Propinsi kalimantan Selatan dan daerah Timur Propinsi Kalimantan Tengah, tersebar di lebih dari 15 Kecamatan. Pada umumnya orang Maanyan bertubuh sedang, berkulit kecoklatan, rambut lurus berwarna hitam atau coklat kehitaman, dan beralis agak tebal. Sebagai suatu kelompok masyarakat, orang Maanyan memiliki beberapa ciri sosial budaya yang unik dan menarik.

Pertama, orang Maanyan memiliki bahasa daerah yang sangat dekat ke bahasa Kawi (Jawa Kuno). Dan Dalam bahasa maanyan ini, walaupun mereka kini bermukim jauh dari lautan, terdapat banyak kosa-kata tentang laut dan berhubungan dengan laut. Tokoh-tokoh mereka bergelar datu (sama dengan datuk dalam bahasa Melayu, yang artinya:bapak dari kakek), patis (bahasa Melayu patih), dan miharaja (sama dengan: maharaja). Mereka menyimpan benda-benda pusaka yang berusia ratusan tahun, berupa piring keramik ukuran besar yang bergambar, guci keramik dengan relief naga, tabak (nampan berbentuk bunga) dari kuningan, gong dan gelangdari gangsa, tombak dan keris, dan pakaian kebesaran mirip pakaian Jawa. Sedangkan dalam ritus kematian, mereka memiliki kesamaan dengan adat Bali, yaitu melakukan upacara pembakaran tulang-tulang orang mati untuk mengantarkan roh mereka ke tempat paling akhir, yang dalam bahasa maanyan disebut: Ijambe. (Ijambe berasal dari awalan I berkonotasi 'sibuk' dan kata kerja jambe yang berarti 'menangani'.

Kedua, mereka mempunyai kebiasaan menuturkan 'sejarah masa lalu dan adat-istiadat' (bahasa Maanyan: taliwakas) mereka pada setiap upacara adat penting. Istiadat menceritakan kembali sejarah dan adat ini disebut orang Maanyan ngalakar, atau ngentang atau nutup entang, atau nutup tarung. Selain taliwakas, mereka juga mempunyai banyak cerita-cerita, berupa legenda, balada, dan lagu-lagu tentang kebesaran dan kemakmuran mereka di masa lalu, tentang tokoh-tokoh sejarah, disebuah 'kerajaan' (kecil) yang menurut mereka bernama Nansarunai.

Selasa, 21 April 2009

LIHAT KEDEPAN DAN TATPILAH YANG ADA KARENA DENGAN KESUKSESAN LEBIH JAUH KAU DAMBAKAN DIBALIK KEGAGALAN DALAM KEHIDUPAN BANYAK RINTANGAN DAN BEBAN TETAPI KAMU HARUS TETAP BERJALAN DIATAS KEBENARAN DAN KEJUJUURAN SEBAB DARI ITU KAMU AKAN MENDAPATKAN SESUATU YANG TERBAIK UNTUK MU.CIPTAKAN MIMPIMU JADI SUATU KENYATAN RAIHLAH HARAPAN YANG PUPUS OLEH KEGAGALAN KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN ADALAH HARAPAN MU DAN KELUARAGA TERLEBIH ORANG TUA BAHAGIAKANLAH MEREKA DENGAN APA YANG TELAH KAMU PERJUANGKAN SEBAB SUKACITA DATANG DARI PADA ALLAH BAPAK DISURGA MENYERTAI MU SAMPAI SEPANJANG MASA….BERTEKUNLAH DALAM DOA BERSUKACITA DALAM DUKA SEBAB TUHAN MEMANDANG ORANG YANG TEKUN BEROLEH HIDUP KEKAL.AMIN
Feriyantoni

Senin, 20 April 2009

Keberhasilan pembelajaran bukan hanya ditentukan oleh faktor pendidik ( guru ), namun ada banyak faktor lain yang secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan. Salah satu faktor yang sangat penting adalah peran serta siswa yang tinggi dalam keseluruhan proses pembelajaran di dalam kelas.
Pengalaman peneliti selama ini menunjukan bahwa, perhatian siswa dalam pembelajaran berkaitan erat dengan hasil belajar siswa. Gejala kurang perhatian siswa lebih terasa pada saat pertengahan sampai dengan berakhirnya waktu belajar. Pada rentang waktu tersebut siswa terlihat jenuh, jarang bertanya atau mengajukan pendapatnya, bahkan tidak memperhatikan materi apa yang dijelaskan, dan yang lebih menyedihkan ada sebagian siswa yang terlihat mengantuk.